Breaking News
recent

Cara Menyembuhkan Sakit Gigi yang Benar dan Aman



Hobzz.com - Cara Menyembuhkan Sakit GigiKesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, sehat secara jasmani dan rohani. Tidak terkecuali anak-anak, setiap orang tua menginginkan anaknya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, hal ini dapat dicapai jika tubuh mereka sehat. Kesehatan yang perlu diperhatikan selain kesehatan tubuh secara umum, juga kesehatan gigi dan mulut, karena kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh. 

Dengan kata lain bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara urnum. Untuk mencapai kesehatan gigi dan mulut yang optimal, maka harus dilakukan perawatan secara berkala. Perawatan dapat dimulai dari memperhatikan diet makanan, jangan terlalu banyak makanan yang mengandung gula dan makanan yang lengket.

Pembersihan plaks dan sisa makanan yang tersisa dengan menyikat gigi, teknik dan caranya jangan sampai merusak terhadap struktur gigi dan gusi. Pembersihan karang gigi dan penambalan gigi yang berlubang oleh dokter gigi, serta pencabutan gigi yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi dan merupakan fokal infeksi. Kunjungan berkala ke dokter gigi setiap enam bulan sekali balk ada keluhan ataupun tidak ada keluhan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka akan dicapai suatu kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Dengan demikian akan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan . Sehingga kesehatan jasmani dan rohani seperti yang diharapkan akan tercapai.




Salah satu faktor yang merusak gigi adalah makanan dan minuman, dimana ada yang menyehatkan gigi dan ada pula yang merusak gigi. Upaya kesehatan gigi dapat ditinjau dari aspek lingkungan, pengetahuan, pendidikan, kesadaran masyarakat, dan penanganan kesehatan gigi termasuk pencegahan dan perawatan. Hal tersebut didukung oleh penelitian Lilik Hidayanti (2005) yang menyimpulkan bahwa terdapat hubungan kebiasaan konsumsi makanan kariogenik dengan keparahan karies gigi sehingga anak-anak di anjurkan untuk mengimbangi makanan kariogenik dengan  memperbanyak konsumsi makanan pencegah karies, seperti menambahkan konsumsi buah-buahan dan sayuran dalam menu makanan.

Sakit gigi adalah kondisi ketika muncul rasa nyeri di dalam atau sekitar gigi dan rahang. Tingkat keparahan nyeri tersebut bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga parah. Nyeri sakit gigi bisa terasa secara terus-menerus sepanjang hari atau bisa muncul dan hilang secara berulang-ulang tanpa menentu.

Sering kali nyeri sakit gigi terasa memburuk ketika penderita makan atau minum (terutama makanan atau minuman yang panas atau dingin) dan ketika penderita berbaring di malam hari.

Ketika terjadi sakit gigi, daerah rahang yang berdekatan dengan gigi yang terinfeksi akan ikut terasa nyeri dan teraba lunak. Kadang-kadang sumber nyeri sulit dibedakan. Contohnya adalah nyeri yang seperti berasal dari telinga pada kasus infeksi geraham bawah dan nyeri yang seperti berasal dari saluran sinus (rongga udara di belakang tulang pipi dan dahi) pada kasus infeksi geraham atas.

Selain nyeri, gejala lain dari sakit gigi adalah:

a. Bengkak di sekitar gigi yang terinfeksi.

b. Pusing.

c. Rasa dan bau busuk dari gigi yang terinfeksi.

d. Demam.

Masyarakat di Indonesia cenderung mengabaikan kondisi kesehatan gigi secara keseluruhan. Perawatan gigi dianggap tidak terlalu penting padahal mempunyai manfaat yang sangat vital dalam menunjang kesehatan dan penampilan . Ketika sudah sakit, penyakit gigi merupakan jenis urutan pertama yang dikeluhkan oleh masyarakat dan anak-anak. Kondisi seseorang yang mengeluh sakit gigi kemudian datang berobat ke dokter gigi dengan terlambat. Di Indonesia, kesadaran kunjungan orang dewasa dan anak-anak untuk berobat ke dokter gigi sebesar 7% dan 4% kunjungan.

Penyebab sakit gigi :

Di dalam gigi terdapat pulpa gigi. Pulpa gigi merupakan lapisan terdalam dari struktur gigi yang terdiri atas pembuluh darah dan saraf sensitif. Sakit gigi terjadi ketika pulpa mengalami peradangan. Penyebab radang bisa bermacam-macam, di antaranya:

  • Pembusukan gigi (kondisi ini kerap diakibatkan oleh permukaan gigi berlubang).

  • Penumpukan nanah di dasar gigi akibat infeksi bakteri (abses periapikal).

  • Penyusutan gusi.

  • Gigi retak.

  • Tambalan yang rusak (pada gigi yang pernah ditambal).


Selain radang pulpa gigi, ada sejumlah kondisi lain yang bisa menyebabkan gejala nyeri menyerupai sakit gigi, di antaranya:

a. Sinusitis.

b. Abses periodontal.

c. Cedera pada sendi temporomandibular (sendi yang menghubungkan rahang dengan tengkorak kepala).

d. Pembengkakan gusi atau gusi pecah akibat gigi tumbuh.
Tukak gusi.

e. Tumbuh gigi (biasanya dialami oleh bayi dan anak-anak). 

Ada beberapa cara menyembuhkan sakit gigi, mulai dari perawatan di rumah hingga pengobatan oleh dokter. Mari kita mulai dari hal-hal yang sederhana. Lakukan cara berikut untuk mengatasi Sakit Gigi yang sedang berlangsung. Minum obat sakit gigi. Obat penghilang rasa nyeri, Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen tergolong efektif untuk mengobati sakit gigi ringan, obat ini dijual bebas di apotek dan toko obat, jadi harap perhatikan etiket atau aturan pakainya. 


Untuk sakit gigi yang lebih berat, terasa ngenyut sekali hingga ke kepala atau sakit gigi yang tidak mempan dengan obat diatas dapat menggunakan obat sakit gigi yang lebih ampuh, yaitu yang mengandung metampiron (contohnya: Antalgin, Infalgin, Hufralgin) dan inilah obat sakit gigi paling ampuh (berdasarkan pengalaman :D). Akan tetapi untuk mendapatkannya diperlukan resep dokter mengingat indikasi dan kontraindikasi yang harus diperhatikan. 

Jangan gunakan benzokain pada anak-anak dibawah 2 tahun tanpa pengawasan dari ahli kesehatan. Jangan menggunakan lebih dari dosis yang dianjurkan. Kompres dingin Celupkan kain handuk ke air dingin (es), peras, lalu tempelkan pada pipi tepat pada sisi gigi yang sakit. Suhu dingin akan membantu meringankan rasa sakit.



Kumur Dengan Air Asin Hangat Sakit gigi bisa jadi karena peradangan sekitar gigi dan infeksi ringan, untuk membantu mengatasi hal ini berkumurlah dengan air asin hangat. Caranya sediakan air hangat setengah gelas tambahkan garam dapur seperempat sendok makan lalu aduk hingga rata. Larutan kemudian digunakan untuk berkumur selama 30-60 detik, beberapa kali sehari. 

Kapan Harus Ke Dokter? Jika seseorang mengalami sakit gigi dengan kriteria sebagai berikut sangat dianjurkan untuk memeriksakannya ke dokter gigi. Bila ada tanda-tanda infeksi, seperti pembengkakan, nyeri ketika menggigit, gusi merah atau terdapat nanah. Sakit gigi yang terus berlanjut selama lebih dari satu atau dua hari Sakit Gigi yang disertai demam Jika mengalami kesulitan bernapas atau menelan Untuk mengobati sakit gigi, dokter gigi pertamakali akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Dia akan mengajukan pertanyaan tentang rasa sakit, kapan mulainya, seberapa parah, pencetusnya, apa yang membuat rasa sakit lebih buruk, dan apa yang membuatnya lebih baik. 

Dokter gigi akan memeriksa mulut, gigi, gusi, rahang, lidah, tenggorokan, sinus, telinga, hidung, dan leher. Terkadang rongsen gigi atau pemeriksaan lanjutan lainnya juga diperlukan sesuai kecurigaan sang dokter mengenai penyebab sakit gigi yang pasien alami. Setelah melakukan pemeriksaan kemudian menentukan tindakan atau prosedur terapi yang sesuai dengan penyebab sakit gigi yang Anda alami, cara seperti inilah yang akan membuat tuntas masalah sakit gigi. 



Secara umum penanganan yang dilakukan untuk mengatasi sakit gigi antara lain: Penambalan Gigi Jika penyebab sakit gigi adalah gigi berlubang yang membuat lapisan saraf terekspos sehingga menjadikan gigi sensitif, seperti terasa sakit atau ngilu ketika tersentuh makanan atau minuman dingin, maka tindakan yang dilakukan adalah penambalan gigi. Perawatan Saluran Akar Dilakukan pada gigi berlubang yang lebih dalam, dimana jaringan saluran akar gigi (pulpa) mengalami infeksi. Pada perawatan saluran akar ini dokter akan membersihkan jaringan terinfeksi, kemudian menambalnya (butuh waktu beberapa kali kunjungan).

Meredakan Sakit Gigi di Rumah

Sebaiknya temui dokter jika Anda mengalami sakit gigi untuk mencari tahu penyebabnya dan bisa diobati dengan tepat. Namun selama Anda belum dapat menemui dokter, ada beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan sakit gigi, di antaranya:

  • Membersihkan sela-sela gigi Anda dengan menggunakan dental floss atau benang gigi untuk membersihkan plak dan sisa-sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi.

  • Berkumur dengan menggunakan air hangat.

  • Mengoleskan minyak cengkeh pada gigi atau gusi yang sakit.

  • Mengoleskan obat antiseptik mengandung benzocaine pada gigi atau gusi yang sakit.

  • Mengompres pipi dengan kompres dingin apabila sakit gigi disebabkan oleh trauma pada gigi.

  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek (misalnya ibuprofen, paracetamol, atau aspirin). 


Sebagai peringatan, obat-obatan ini tidak boleh dipakai dengan cara ditaruh langsung di gusi karena bisa merusak jaringan gusi. Selain itu, aspirin tidak boleh diberikan pada anak usia di bawah 16 tahun.

Pada kasus sakit gigi berikut ini, Anda diharuskan untuk secepatnya menemui dokter, yaitu apabila:

a.Nyeri berlangsung selama lebih dari dua hari.

b. Sakit gigi disertai gejala infeksi (misalnya mengeluarkan bau busuk, bengkak, gusi menjadi merah, dan nyeri saat mengunyah).

c. Sakit gigi membuat Anda jadi sulit menelan.

d. Sakit gigi membuat Anda sulit bernapas.

e. Sakit gigi disertai demam.

f. Anda kesakitan saat membuka mulut.

g. Sakit gigi disertai nyeri telinga.


Diagnosis Sakit Gigi

Dokter akan menanyakan terlebih dahulu mengenai gejala-gejala yang Anda alami, misalnya:

  1. Di mana letak nyeri?
  2. Seberapa parah nyeri yang dirasakan?
  3. Kapan nyeri tersebut biasa muncul?
  4. Apa yang membuat nyeri memburuk?
  5. Apa yang membuat nyeri justru mereda?
  6. Pemeriksaan fisik sangat penting dilakukan. 

Dalam hal ini dokter akan memeriksa kondisi gigi, gusi, lidah, rahang, sinus, hidung, tenggorokan, bahkan leher Anda. Jika memang dibutuhkan, pemeriksaan dengan X-ray akan dilakukan. Selain menanyakan soal gejala, dokter juga biasanya akan meninjau riwayat kesehatan Anda.

Pengobatan Sakit Gigi

Metode pengobatan sakit gigi yang dilakukan dokter akan ditentukan kepada penyebab sakit gigi itu sendiri. Sebagai contoh:

Dokter akan melakukan pengobatan root canal (kanal akar) jika pulpa gigi ter Di sini dokter akan mengangkat pulpa yang terinfeksi tersebut, lalu diakhiri dengan menambal gigi. Tujuan penambalan adalah agar infeksi tidak kambuh.

Dokter akan melakukan penambalan jika gigi mengalami pembusukan dan berlubang. Sebelum ditambal, bagian yang membusuk akan dibersihkan dan disterilkan dari bakteri terlebih dahulu.

Dokter akan melakukan penambalan ulang jika sakit gigi disebabkan oleh kerusakan pada tambalan sebelumnya. Sisa-sisa tambalan sebelumnya akan dibersihkan terlebih dahulu.

Dokter akan melakukan pencabutan gigi jika cara-cara pengobatan di atas tidak bisa menyembuhkan sakit gigi.

Terdapat kemungkinan bahwa dokter akan melakukan pencabutan gigi apabila sakit gigi disebabkan oleh pertumbuhan gigi baru yang terjepit di antara gigi lainnya dan menekan rahang.

Tindakan yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Sakit Gigi

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, meski gigi Anda saat ini masih sehat, disarankan untuk melakukan langkah pencegahan untuk mengantisipasi sakit gigi. Usaha pencegahan tersebut di antaranya:

- Memeriksakan gigi Anda ke dokter setidaknya dua kali dalam setahun.

- Membatasi konsumsi makanan atau minuman manis, misalnya cokelat, kue manis, dan permen.

- Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi ber-fluoride.

- Bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss atau benang gigi.

- Sebagai tindakan pelengkap sekaligus memastikan mulut terbebas dari bakteri, akhiri tiap menggosok gigi dengan berkumur menggunakan mouthwash, jika perlu.

- Berhenti atau mengurangi merokok. Selain merusak paru-paru, kebiasaan merokok turut berdampak buruk kepada kesehatan gigi dan mulut.

arman rozika

arman rozika

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.