Breaking News
recent

Mutasi Kepesertaan BPJS Kesehatan



BPJS Kesehatan merupakan jaminan pemeliharaan kesehatan untuk rakyat Indonesia yang dibentuk oleh pemerintah. Untuk pembayarannya ada yang dibayarkan secara pribadi/Iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PKBU) yaitu sebesar: kelas I Rp 80.000, kelas II Rp 51.000 dan kelas III Rp 25.500 (per April 2016) dan perusahaan/Iuran Peserta Penerima Upah, yang kami bahas dari perusahaan swasta yaitu sebesar 5% dari gaji, 4% dibayar perusahaan dan 1% dibayar karyawan.
Perubahan status perorangan akan merubah cara pembayaran Iuran Peserta pula, misalnya awalnya membayar secara pribadi (PKBU) lalu diterima di perusahaan, maka statusnya akan berubah menjadi PPU. Tentunya ada beberapa persyaratan yang berkaitan dengan perubahan status iuran peserta, antara lain:
1. Iuran Pribadi menjadi Iuran Perusahaan (PKBU menjadi PPU)
Jika awalnya anda membayar Iuran anda dan keluarga secara pribadi (PKBU) lalu anda atau pasangan anda mendapat fasilitas BPJS dari kantor maka anda perlu memberikan data:
a. Fotokopi semua Kartu BPJS Kesehatan anggota keluarga (atau cukup nomor pesertanya, tergantung persyaratan dari cabang BPJS kesehatan)
b. Fotokopi KK
c. Fotokopi KTP/Akte lahir anak jika diperlukan
d. Nama Klinik/dokter yang dituju (jika ada perubahan)
Data tersebut diberikan kepada HRD atau bagian personalia yang mengurus BPJS Kesehatan kantor.
Dengan persayaratan Iuran BPJS harus sudah lunas.
Dari situ, pihak personalia akan menyerahkannya kepada bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan untuk didaftarkan ke perusahaan. Data kepesertaan akan mulai berlaku pada bulan berikutnya jika didaftarkan sebelum tanggal 20 bulan berjalan dan dibayarkan sebelum tanggal 10 bulan berikutnya
Misalkan perusahaan sudah membayar Iuran bulan Juli, mendaftarkan peserta tanggal 19 Juli. BPJS peserta aktif bulan Agustus setelah iuran bulan Agustus dibayarkan.
Perusahaan membayar Iuran bulan Juli, mendaftarkan peserta tanggal 21 Juli. BPJS Peserta aktif bulan September setelah iuran September dibayarkan.

2. Iuran Perusahaan mutasi ke Perusahaan lain (PPU ke PPU)
Jika awalnya anda adalah karyawan perusahaan A lalu pindah ke perusahaan B dengan tetap mendapat fasilitas BPJS Kesehatan maka anda perlu menginfokan ke bagian personalia kedua perusahaan.
Di perusahaan A anda harus memastikan kepesertaan anda sudah di non-aktifkan
Di perusahaan B anda harus menginfokan memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan dari perusahaan sebelumnya dengan menunjukkan kartu BPJS tersebut. Persyaratan yang lain yaitu Fotokopi KK dan KTP (Jika diperlukan) diberikan setelah kepesertaan anda sudah benar-benar di nonaktifkan di perusahaan A.
Harap dipastikan anda sudah di non-aktifkan dan didaftarkan kembali sebelum tanggal 20 bulan berjalan, sehingga kepesertaan anda dapat aktif bulan berikutnya setelah pembayaran iuran.

3. Iuran Pribadi ke Perusahaan (PPU ke PKBU)
Untuk kasus ini sering banyak kesalahpahaman. Saya berika sebuah contoh:
"A merupakan karyawan perusahaan X yang memberikan fasilitas BPJS Kesehatan. Pada bulan Februari A resign dari kantornya tersebut. A lalu mulai membayar kepesertaan BPJS Kesehatannya melalui dana pribadinya via ATM/minimarket dari bulan Maret. Pada bulan Juni, tiba-tiba A tidak dapat membayarkan iurannya kembali dikarenakan kepersertaannya tidak aktif. Bagaimana ini bisa terjadi? Lalu kemana dana yang selama ini A bayar? Kenapa 3 bulan yang lalu bisa dan tiba-tiba tidak?"

a. Untuk PPU ke PKBU tidak langsung otomatis terprogram setelah perusahaan non-aktifkan kepesertaan karyawan. Peserta yang bersangkutan harus mendaftarkan ulang keanggotaannya ke BPJS kesehatan dengan persyaratan: 

             - Formulir Daftar Isian Peserta (DIP)
      - Fotokopi Kartu Keluarga (KK)

      - Fotokopi KTP/Paspor, masing-masing 1 lembar

      - Fotokopi Buku Tabungan salah satu peserta yang ada didalam Kartu Keluarga

      - Pasfoto 3 x 4, masing-masing sebanyak 1 lembar.
Setelah mendaftar, calon peserta memperoleh Nomor Virtual Account (VA). Melakukan pembayaran iuran ke Bank yang bekerja sama (BRI/Mandiri/BNI) . Bukti pembayaran iuran diserahkan ke kantor BPJS Kesehatan untuk dicetakkan kartu. Atau melalui website http://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2014/15/Pendaftaran-Peserta

b. Dana yang A bayarkan dapat dikonfirmasikan ke petugas yang berwenang dengan melampirkan bukti pembayaran yang terlihat jelas (Jika dari ATM, jangan lupa untuk difotokopi karena tintanya rentan hilang). Sehingga dana tersebut dapat digunakan untuk 3 bulan  masa aktif peserta (Setelah dikonfirmasi dan disetujui oleh petugas BPJS Kesehatan)

c.  3 bulan seolah-olah adalah masa tenggang sebelum kepesertaan tersebut dibekukan (setelah di non-aktifkan) karena statusnya belum dikonfimasi ke BPJS kesehatan

Berikut yang dapat kami informasikan mengenai mutasi Kepesertaan BPJS Kesehatan. Semoga berguna.

Noviana Raharjaningtyas

Noviana Raharjaningtyas

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.