Breaking News
recent

Cara Menghitung Masa Subur Wanita Sesudah Menstruasi Atau Haid


Hobzz.com -  Menghitung masa subur wanita sesudah mengalami haid atau menstruasi merupakan cara utama jika anda, para wanita ingin cepat hamil dan segera mempunyai anak. Maka dari itu anda harus benar-benar mulai mempertimbangkan untuk mencatat dan mengawasi siklus menstruasi anda.

Periode Siklus Haid atau Menstruasi

Siklus menstruasi adalah rentangan waktu yang dimulai dari rentang semenjak hari pertama mengalami menstruasi sampai dengan hari pertama menstruasi pada siklus selanjutnya. Siklus ini biasanya normal terjadi dalam kurun waktu 21 sampai dengan 35 hari. Hari pertama pada siklus menstruasi adalah hari pertama menstruasi terjadi.

Kapan Masa Menstruasi Dimulai?

Menstruasi pada keadaan normal dimulai di hari pertama saat dinding rahim meluruh dan selanjutnya berubah menjadi darah, dan kemudian keluar melalui alat kelamin. Pada masa menstruasi, sel telur atau ovum akan berkembang di dalam ovarium. Jika sel telur telah matang, ovarium kemudian akan melepas sel telur tersebut. Nah, peristiwa inilah yang dikenal dengan istilah ovulasi.

Kapan Terjadinya Ovulasi?

Pada keadaan normal, ovulasi akan terjadi sekitar 12-14 hari sebelum menstruasi hari pertama. Akan tetapi hal ini juga masih bergantung pada siklus haid yang anda alami. Jika siklusnya singkat, maka ovulasi akan terjadi beberapa hari setelai menstruasi usai. Jadi, sebenarnya siklus atau waktu ovulasi ini juga berbeda antara satu wanita dan wanita lainnya. 

Dengan demikian, sangat penting untuk mengetahui siklus menstruasi anda agar dapat memperkirakan cara menghitung masa subur dan waktu ovulasi anda.




Cara Menghitung Masa Subur Anda

Sebelum melangkah ke dalam pembahasan cara menghitung masa subur, perlu kiranya anda ketahui kapan sesungguhnya masa subur anda terjadi. Masa subur anda akan berkisar di rentangan waktu ovulasi, sekitar dalam lima hari sebelum ovulasi. Pada umumnya, masa subur wanita adalah 12-16 hari sebelum masa haid berikutnya.

Dengan kata lain, biasanya wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama menstruasi sebelumnya. Namun hal ini hanya berlaku bagi wanita yang siklus haidnya adalah 28 hari teratur. 

Wanita yang siklus haidnya berbeda, mungkin dapat mempelajari cara menghitung masa subur anda.

Salah satu hal yang biasanya menjadi tantangan bagi wanita untuk menghitung masa suburnya adalah mengetahui lama masa haid. Masa haid ini sendiri sering berubah-ubah dari waktu ke waktu. Keadaan seperti ini akan membuat ovulasi menjadi berbeda sepekan lebih cepat atau malah bisa sebaliknya lebih lambat dibanding periode haid yang akan datang.



Kehamilan juga bukan hanya ditentukan oleh proses ovulasi saja, akan tetapi kondisi atau proses sel sperma ketika mencapai sel telur juga menjadi salah satu faktor. Agar cepat hamil, sel telur yang telah matang harus dibuahi, atau sel sperma harus segera mencapai sel telur dalam rentang waktu 12-24 jam.

Cara Menghitung Masa Subur Sendiri

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kondisi sel telur yang harus dibuahi oleh sperma memiliki rentang waktu cukup pendek, yaitu 12-24 jam. Maka dari itu, para wanita harus benar-benar memahami dan mampu mendeteksi kapan ia berada pada masa subur. 

Secara garis besar, cara menghitung masa subur wanita dihitung berdasarkan catatan dan analisis haid selama paling tidak depalan bulan terakhir.

Perkiraan masa subur wanita dapat dihitung dengan rumus berikut:

  • Ketahuilah siklus haid terpendek yang anda alami. Contohnya, 27 hari. Kurangi angka ini dengan 18. Maka akan didapatkan hasil yakni 9. Nah, angka 9 ini adalah hari pertama saat anda berada pada posisi paling subur.
  • Ketahuilah siklus haid terpanjang yang anda alami. Contohnya, 30 hari. Kurangi angka ini dengan 11. Maka akan didapatkan angka 19. Nah angka 19 ini adalah hari terakhir ketika anda berada pada periode paling subur.

Jika siklus anda misalnya adalah berkisar antara rentang waktu rata-rata 27-30 hari, maka masa subur anda berada pada hari ke 9 hingga ke 19.



Jika anda ingin semakin yakin akan cara menghitung masa subur anda, gunakanlah beberapa tanda atau indikasi seperti berikut:


1. Suhu Basal Badan Meningkat. Suhu basal adalah suhu badan pada saat anda terbangun di pagi hari. Pada umumnya, suhu ini normal di kisaran angka 35.5 - 36. derajat celcius. Akan tetapi, jika suhu badan anda naik atau sedikit lebih tinggi dari angka tersebut, hal itu dapat menjadi tanda bahwa anda telah mengalami ovulasi baru-baru ini, bisa jadi dalam  satu sampai dua hari terakhir.

2. Terdapat Lendir Dari Mulut Rahim. Lendir yang keluar dari mulut rahim dapat memiliki beragam sifat. Bisa bersifat kental, basah, sampai yang kental dan transparan. Perubahan pada sifat dan pola lendir tersebut adalah tanda bahwa hormon estrogen di dalam tubuh sedang mengalami perubahan. Nah, hal tersebut juga dapat menjadi penanda bahwa masa ovulasi akan segera terjadi. Masa sangat subur terjadi jika cairan yang keluar berwarna bening, licin, dan juga agak kental. Cairan inilah yang membantu memperlancar ketika sperma menuju sel telur.

3. Nyeri Pada Bagian Perut Dan Punggung. Beberapa kasus pada wanita yang mengalami ovulasi, sering terjadi rasa nyeri di bagian perut dan sekitar bagian punggung. Rasa sakit tersebut juga dapat menjadi salah satu tanda untuk mengetahui masa subur.

4. Gairah Meningkat. Jika sebagian wanita merasakan nyeri pada bagian perut dan punggung pada masa subur, sebagian wanita juga memiliki perasaan bergairah yang lebih pada saat masa subur sedang terjadi.
Siklus Haid Secara Detail

Apa yang terjadi setelah masa haid pada wanita? berikut ini rincian siklus haid dari hari ke hari yang biasanya terjadi pada wanita:

Hari pertama sampai ke- 5: Pada hari tersebut menstruasi terjadi karena memang tidak terjadi pembuahan, dan tentu saja tidak terjadi kehamilan. Selain itu, kadar hormon estrogen dan progesteron juga menurun pada hari tersebut. Suhu tubuh berada pada kisaran 35.5 - 36.6 derajat celcius.

Hari Ke-6 sampai ke-7: Otak mulai memproduksi hormon yang nantinya akan merangsang pembentukan sel telur.

Hari ke-8: Pada hari ke delapan ini, dinding rahim akan kembali menebal dan menyebabkan suplai pembuluh darah meningkat. Hal itu terjadi karena tubuh akan mempersiapkan pembentukan sel telur yang akan dibuahi.

Hari ke-10: Lendir atau cairan pada alat kelam*n (vag*na) menjadi pekat dan lengket.

Hari ke-12: Lendir tersebut menjadi lebih bersifat bening, licin, dan elastis. Nah gejala itu menjadi tanda bahwa masa ovulasi sudah dekat. Meskipun masa ovulasi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, namun jika dalam rentang waktu anda berhubungan badan, maka mungkin sekali akan terjadi kehamilan. Hal tersebut mengingat ketahanan sel sperma yang dapat hidup sampai lima hari lamanya di dalam tubuh wanita.

Hari ke-13: Peningkatan drastis pada kadar hormon estrogen sebelum akhirnya menurun.

Hari ke-14: Pada hari ke empat belas ini kadar hormon estrogen perlah menurun. Hal ini lah yang kemudian menyebabkan produksi hormon lain di dalam tubuh menjadi meningkat, kemudian selanjutnya memicu ovarium untuk melepaskan sel telur.

Hari ke 15-22: Jika sampai hari ke lima belas pembuahan belum terjadi, maka biasanya masa subuh sudah berakhir. Warna lendir juga bersifat lebih hitam, keruh dan pekat.

Hari ke-25 sampai 27: Disebabkan pembuahan yang tidak terjadi, hal tersebut membuat kadar hormon progesteron menurun dan lendir menjadi kental/tidak diproduksi sama sekali.

Hari ke-28: Tidak ada peristiwa pembuahan, berarti kadar hormon estrogen dan progesteron akan terus mengalami penurunan. Dengan menurunnya kadar dari hormon tersebut, menstruasi pun segera terjadi keesokan harinya.

Dengan mengetahui cara menghitung masa subur anda setelah terjadinya siklus haid atau menstruasi, anda akan menjadi lebih terbantu dalam perencanaan kehamilan serta memberikan evaluasi pada kesehatan reproduksi anda. 


arman rozika

arman rozika

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.