Breaking News
recent

Contoh Kurikulum Paud Non Formal

Redaksi Digital (25/6/2016). Contoh Kurikulum Paud Non Formal dan Penjelasan-Penjelasan Lainnya.

Pada milenium ke tiga ini, Indonesia dihadapkan pada tantangan yang cukup berat demi menyiapkan masyarakat menuju era baru, yakni globalisasi yang menyentuh segala aspek kehidupan.

Era global seperti ini seakan membikin dunia tanpa jarak.

Komunikasi serta transaksi ekonomi dari tingkat lokal hingga internasional bisa dilakukan setiap waktu.

Begitu halnya nanti ketika perdagangan bebas sudah mulai diberlakukan, tentu persaingan dagang dan tenaga kerja akan bersifat multinasional. Pada waktu itu nanti hanya bangsa yang unggul yang akan dapat bersaing.

Di lain sisi, pendidikan adalah senjata utama untuk menyiapkan masyarakat yang berkualitas. Undang-undang Sisdiknas menyebutkan bahwa:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana demi menumbuhkan susasana dan proses pembelajaran supaya siswa didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk menggali kekuatan spiritual keagamaan, mengendalikan diri, membentuk kepribadian, meningkatkan kecerdasan, berakhlak mulia, dan juga memiliki keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

UNESCO menyebutkan bahwa pendidikan hendaknya dibangun dengan empat pilar, yakni learning to know, to do, to be, dan to live together.

Pada hakikatnya, pembelajaran harus berlangsung sepanjang hayat. Demi menciptakan generasi yang berkualitas tinggi, pendidikan sepatutnya dilakukan sejak dini, dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yakni pendidikan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun.

Sejak dipublikasikannya hasil-hasil riset mutakhir di bidang neuroscience  dan psikologi, maka sejak itulah fenomena pentingnya PAUD merupakan suatu keniscayaan.

PAUD menjadi begitu penting karena potensi kecerdasan serta dasar perilaku individu dibentuk pada masa usia ini. Begitu pentingnya masa ini, maka usia dini sering disebut sebagai the golden age (usia emas).

Dengan diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003, sistem pendidikan di Indonesia kini terdiri dari PAUD, sekolah dasar, pendidikan menengah, dan perguruan tinggi yang keseluruhannya merupakan kesatuan.

PAUD diadakan sebelum jenjang pendidikan dasar. PAUD bisa diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak(TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lainnya yang juga sederajat.


contoh kurikulum paud nonformal 

PAUD di jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak(TPA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD di jalur pendidikan informal dapat berbentuk pendidikan dalam keluarga atau pendidikan yang juga dapat diselenggarakan dalam lingkungan masyarakat.

Dalam upaya pembinaan terhadap satuan-satuan PAUD itu, tentu saja sangat dibutuhkan keberadaan suatu kerangka dasar kurikulum serta standart kompetensi anak usia dini yang berlaku pada skala nasional.

Kerangka dasar kurikulum serta standat kompetensi merupakan aturan yang dijadikan acuan di dalam menyusun kurikulum serta sylabus di tingkat dan satuan dalam pendidikan.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.


Tujuan diberlakukannya kerangka dasar kurikulum pendidikan anak usia dini adalah supaya kerangka dasar tersebut dapat dipergunakan sebagai acuan untuk lembaga pendidikan anak usia dini di dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Sasaran kerangka dasar ini adalah lembaga-lembaga penyelenggara PAUD jalur pendidikan non formal dan formal seperti Taman Kanak-Kanak, Raudatul Athfal, Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD yang sejenis.
arman rozika

arman rozika

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.